Sabtu, 12 Mei 2012

MATI RASA ATAU PHP?

Aku sekarang sulit untuk membedakan mana suka, sayang, sama benci. Aku nggak tau kenapa jadi kayak gini. Jadi maaf kalau aku nanggepin semua temen dengan cara yang sama. Aku takut salah, tapi aku memang salah. Sekarangpun aku bingung, harus ngomong apa sama mereka.
Tapi ini caraku, untuk tidak merasa kesepian, mungkin ini terlalu egois, tapi aku bakalan ngrasa jadi orang yang bener-bener nggak berguna kalau nggak kayak gini. Aku mohon, jika suatu saat nanti aku jelasin bisa ngerti. Pertama memang, hatiku seperti mati rasa, semua orang aku anggap bangsat, aku anggap sama aja, aku anggap nggak ngaruh  di hidupku. Tapi ternyata enggak. Aku sendiri tanpa mereka, sendiri! Dan nggak ada kan orang yang mau sendiri? Ya sama kayak aku ini.
“aku pengecut?” mungkin.. aku yang buat keadaan jadi kayak gini, gimana cara ngubahnya? Aku paling nggak suka kalau suruh ngomong serius berdua. Maaf kalau aku mulai menghindar, maaf kalau aku mulai nggak asik, maaf juga kalau aku nggak mau tau. Aku cuma nggak mau ngebuat sakit. Aku cuma bisa pakek cara kayak gitu sebelum semua terlambat. Jadi aku mohon, jangan pernah tanya kenapa aku kayak gini.
Aku suka punya banyak temen, apalagi yang bisa buat aku senyum-senyum sendiri. Dan mereka itu bisa. Dan itu kenapa aku selalu nanggepin apa yang dibilang, dengan harapan aku bisa senyum. Tapi ternyata ditangkepnya salah. Ah, maaf :(
Semoga ini menjadikan aku lebih dewasa :’)

Rabu, 09 Mei 2012

no tittle

Ibu...
Mana mungkin aku berdusta
Mana mungkin aku melakukan larangmu
Sedangkan aku ini anak kandungmu
Ibu...
Asal kamu tau
Tak pernah ada niat sedikitpun
Untukku menyakitimu
Aku selalu takut
Bayangan dosa dosa itu menghantuiku
Maka, ibu...
Maafkan semua salahku
Ibu...
Mengertilah jika suatu saat nanti aku bercerita
Tentang semua hal bodoh
yang sekarang ini aku lakukan
Tentang semua cita-cita
yang sekarang ini aku harapkan
Tapi, ibu...
Dengarkan janjiku ini
Di hari tuamu nanti
Kita akan hidup lebih baik
Dengan segala keterbatasan yang aku miliki
Percayalah