Bismillah. Jaga semangat
kami ya Allah. Jaga niat baik ini. Lancarkan semua yang kami rencanakan untuk
mendapatkan ridho-Mu. Disini kami sama-sama belajar, sama-sama saling mengerti
satu sama lain, sama-sama belajar berkomitmen, sama-sama menjaga tanggungjawab,
sama-sama saling menerima bahwa setiap orang mempunyai karakter yang berbeda. Mudahkanlah
kami dalam melakukan semua yang telah kami niatkan.
Berikan kami
kemudahan untuk setiap masalah yang Engkau berikan. Hapus ego kami, hapus semua
sifat yang menjadi sumber masalah kami. Sebenarnya hanya Engkau yang dapat dengan
mudah membolak-balikan hati kami.
Makasih buat
cinta-cintaku Evel&Made yang selalu mau dengerin ceritaku tentang tema yang
selalu sama, selalu itu-itu aja, maaf ya kalau kalian bosen:* Love you so much
much much pokoknya. LEM (LiaEvelMade) tetap jaya! ({}) hehe mah ngopo._.v
Makasih juga buat
GWW! Selalu tak inget password terkece kita, ciu ciu ciu ciu wer kewer kewer~ ~
makasih udah mau dengerin semuanya. Bilang aja kalau aku salah, nggak usah
nggak enak segala hehe. Kalian emang unyu-unyu:3
Gini ya, bahagiaku
sederhana, saat aku berada dalam sela-sela kalian. Mau saat seneng, sedih, atau
apalah yang penting sama kalian<3
Selasa, 04 September 2012
Selepas kau pergi Tinggallah disini ku sendiri Ku merasakan sesuatu Yang tlah hilang di dalam hidupku
Dalam lubuk hatiku Ku yakin kaupun sebenarnya tak Inginkan lepas dariku Tahukah kau kini ku terluka
Bantu aku membencimu Ku terlalu mencintaimu Dirimu begitu Berarti untukku
Kau telah mencinta Dan di cintai kekasihku Ini tak adil bagiku Hilanglah damba tinggallah hampa
Bantu aku membencimu Ku terlalu mencintaimu Dirimu begitu Berarti untukku
Bantu aku membencimu Ku terlalu mencintaimu Dirimu begitu Berarti untukku
Lupakanku dalam hidupmu Yang pernah mencintaimu Kau memang tercipta Bukanlah Untukku
Selepas kau pergi Tinggallah disini ku sendiri Kumerasakan sesuatu Yang tlah hilang di dalam hidupku
Aku selalu mengingat ucapan “aku
tidak mau jauh darimu” yang kamu ucapkan kepadaku, entah sampai kapan kata-kata
itu akan hidup..
Entah sejak kapan aku mengenalmu,
kamu mendekatiku, aku tak tau persis..
Semuanya seperti di luar logika..
Awalnya memang, aku takut untuk dekat
denganmu, karna aku takut bila suatu saat nanti jauh darimu..
Aku tidak bisa bayangkan kalau aku
harus punya mantan teman dekat sedesa.. sungguh aku tidak bisa dan
benar-benar tidak mau!
Tapi aku siap menjadi tempatmu berbagi
cerita, berbagi pengalaman, berbagi beban juga berbagi bahagia, dengan senang
hati aku mendengarnya..
Dan ternyata..
Kamu… yang bisa membuatku merasa
penting.
Kamu… yang selalu ada saat aku merasa
sendiri.
“kamu udah aku percaya banget, jadi
tolong jangan kecewain aku” ya, itu akan selalu aku ingat, semoga aku bisa..
“walaupun aku bukan siapa-siapa kamu,
tapi aku peduli, kamu tak anggep orang terdekat yang mengerti aku, kamu yang
selalu ada buat aku” adalah kalimat smsmu yang masih aku simpan hingga
sekarang. Entah mengapa aku sering sekali membacanya kembali..
Dan akan sampai kapan semuanya ini?
Ya, memang, aku bukan pacarmu, aku
hanya sebatas tetangga yang kamu anggap orang paling dekat, entah itu benar
atau tidak, tapi aku mempercayainya.
Dan jika suatu hari nanti kamu akan
menjauh, aku harap kamu tidak akan lupa ucapan kalimat-kalimat yang pernah kamu
ucapkan dulu yang bisa membuat hatiku bergetar. Tapi aku tidak pernah meminta
itu terjadi.
Aku
sekarang sulit untuk membedakan mana suka, sayang, sama benci. Aku nggak tau
kenapa jadi kayak gini. Jadi maaf kalau aku nanggepin semua temen dengan cara
yang sama. Aku takut salah, tapi aku memang salah. Sekarangpun aku bingung, harus
ngomong apa sama mereka.
Tapi
ini caraku, untuk tidak merasa kesepian, mungkin ini terlalu egois, tapi aku
bakalan ngrasa jadi orang yang bener-bener nggak berguna kalau nggak kayak
gini. Aku mohon, jika suatu saat nanti aku jelasin bisa ngerti. Pertama memang,
hatiku seperti mati rasa, semua orang aku anggap bangsat, aku anggap sama aja,
aku anggap nggak ngaruh di hidupku. Tapi ternyata enggak. Aku sendiri
tanpa mereka, sendiri! Dan nggak ada kan orang yang mau sendiri? Ya sama kayak
aku ini.
“aku
pengecut?” mungkin.. aku yang buat keadaan jadi kayak gini, gimana cara
ngubahnya? Aku paling nggak suka kalau suruh ngomong serius berdua. Maaf kalau
aku mulai menghindar, maaf kalau aku mulai nggak asik, maaf juga kalau aku
nggak mau tau. Aku cuma nggak mau ngebuat sakit. Aku cuma bisa pakek cara kayak
gitu sebelum semua terlambat. Jadi aku mohon, jangan pernah tanya kenapa aku
kayak gini.
Aku
suka punya banyak temen, apalagi yang bisa buat aku senyum-senyum sendiri. Dan
mereka itu bisa. Dan itu kenapa aku selalu nanggepin apa yang dibilang, dengan
harapan aku bisa senyum. Tapi ternyata ditangkepnya salah. Ah, maaf :(
Ibu... Mana mungkin aku berdusta Mana mungkin aku melakukan larangmu Sedangkan aku ini anak kandungmu Ibu... Asal kamu tau Tak pernah ada niat sedikitpun Untukku menyakitimu Aku selalu takut Bayangan dosa dosa itu menghantuiku Maka, ibu... Maafkan semua salahku Ibu... Mengertilah jika suatu saat nanti aku bercerita Tentang semua hal bodoh yang sekarang ini aku lakukan Tentang semua cita-cita yang sekarang ini aku harapkan Tapi, ibu... Dengarkan janjiku ini Di hari tuamu nanti Kita akan hidup lebih baik Dengan segala keterbatasan yang aku miliki Percayalah